IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Pengerjaan proyek pembangunan gedung SMK Negeri Biru-biru di Dusun Kampung Tengah Desa Biru-biru (Kec. Biru-biru) disinyalir asal jadi.Begitu areal lokasi bangunan baru diratakan dengan alat berat, para pekerja langsung membuat fondasi bangunan. Sementara kondisi tanah yang telah diratakan masih labil. Sangat dikawatirkan, bangunan akan ambruk atau setidaknya dinding bangunan nantiya akan mengalami retak.
Demikian dikatakan warga pemerhati Pendidikan Kecamatan Biru-biru Darlin B. Manalu (43) kepada Sora Sirulo di Biru-biru [Kamis 20/9]. Kata Manalu lagi, banyak keganjilan lain yang terlihat mencolok. Sebut saja pada pembuatan sepatu dan selop bangunan. Seharusnya, sesuai dengan Juknisnya, ukuran selop bangunan adalah 20 x 20. Namun, tukang hanya membuat 20 x 18. Belum lagi ukuran besi yang dipakai hanya 10 Milli. Ditambah lagi, percampuran antara semen dan pasir diduga juga tidak seimbang.
"Suatu saat tak lama bangunan itu akan ambruk. Soalnya, fondasi merupakan inti kekuatan bangunan," ujar Manalu, juga panitia pembangunan Gedung SMP Negri1 Biru-biru ini.
Masih kata Manalu, adanya indikasi pembangunan gedung terkesan asal jadi karena rekanan harus merampungkan pembangunan 3 ruang kelas, kantor guru dan WC pada bulan Oktober ini. Artinya, dalam tempo sebulan lagi, sudah dilakukan serah terima. Namun, sampai saat ini, bangunan baru rampung sekira 40%. Lambatnya pembangunan gedung SMK Negeri tersebut dikabarkan karena telah terjadi pergantian rekanan selama tiga kali.
"Pembangunan gedung tersebut sangat terindikasi telah terjadi korupsi. Sebagai warga di sini, kami sangat menyayangkan pembangunan gedung SMK Negeri yang tak sesuai dengan besteknya dan terkesan asal jadi, Oleh karena itu, diminta kepada Kejari Lubuk Pakan untuk melakukan penyelidikan," harapnya.
PantauanSora Sirulodi lapangan belum lama ini, pembangunan gedung baru SMKN dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah yang dikerjakan oleh rekanan di bawah naungan Dinas Cipta Karya dan Pertambangan kabupaten Deliserdang ini, tidak memasang Plang Proyek. Masyarakat tidak mengetahui berapa sebenarnya pagu anggaran maupun rekanan yang bertanggungjawab dalam pembangunan gedung sekolah yang telah lama dinanti masyarakat Kecamatan Biru-biru.
Pak Sidabutar, selaku Pimpro Proyek ketika dikonfirmasi Sora Sirulo ke Ponselnya tidak diangkat. Ketika dikirim melalui pesan singkat, Sidabutar mengatkan: "Ya, bang, memang Planknya belum kita bawa ke sana. Hari Senin kita bawa bang, saya lagi di luar kota."
Foto: Inilah pembangunan Gedung SMK Negeri Biru-biru yang disinyalir asal jadi.
T


Mengapa sebagian besar masyarakat menganggap PTS kurang favorit dibanding PTN? Jawabannya, karena proses penerimaan di PTS tidak melalui seleksi ketat sebagaimana yang dilakukan oleh PTN. Secara matematis, untuk masuk ke Unimed, peluang calon mahasiswa hanya 5,78% dan harus bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya. Sedangkan untuk masuk ke PTS tidak diberatkan dengan adanya tes. Hanya diwajibkan membayar semua biaya administrasi dan calon mahasiswa dapat dinyatakan lulus untuk mengikuti proses perkuliahan di awal perkuliahan. Alasan ini sangat logis dan sangat empiris.
IMANUEL SITEPU. MEDAN. 
Acara inti adalah Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an, diikuti Kata-kata Sambutan dari Ketua PMK se Bandung Raya, Drs. H. Surya MN Sembiring, dari Penasehat diwakili oleh Bpk Sampe Tuah Ginting SH, dan Ceramah oleh Bpk K.H. Achmad Hidayat Sitepu S. Ag. Dilanjutkan acara Ramah Tamah dengan Keyboard Karo dimainkan oleh Robinson Tarigan.
Sosialisasi Gebu
Oleh: Jack Ginting (Roma-Italy)