Selasa, 26 Februari 2013

Kantor Baru Rakoetta Brahmana Centre (RBC) Telah Diresmikan


Beberapa tokoh Brahmana berpose bersama Ketua RBC Nancy M. Brahmana
Beberapa tokoh Brahmana berpose bersama Ketua RBC Nancy M. Brahmana
LORETA KAROSEKALI. KABANJAHE. Kantor baru Rakoetta Brahmana Centre (RBC) telah diresmikan dengan acara sederhana [Sabtu 16/2]. Sejak peresmian ini, gedung bertingkat dua yang beralamat di Jl. Jamin Ginting 56 Kabanjahe ini telah dipergunakan sebagai kantor. Setelah acara peresmian, kata-kata sambutan  dan makan siang, lagnsung diadakan pembicaran santai mengenai visi missi RBC dan program-progam yang akan dilaksanakan.
Menurut Ketua RBC Nancy Meinintha Brahmana kepada Sora Sirulo, program pertama yang akan langsung dilaksanakan adalah pendataan seluruh Brahmana mergana dan beruBrahmana. Selesai pendataan, RBC akan mengadakan seminar mengenai asal usul Brahmana. Tokoh-tokoh agama Hindu, para pakar sejarah dan sejarawan Brahmana akan diundang menjadi nara sumber dalam seminar ini.
Ketua RBC Nancy Meinintha Brahmana
Ketua RBC Nancy Meinintha Brahmana
“Inilah landasan nantinya membuat teromboBrahmana, menerbitkan buku dan pembangunan tugu Smegit,” papar Nancy kepada Sora Sirulo.
Selain dihadiri oleh para pengurus RBC dan tamu undangan, 3 pengetua adat Brahmana hadir dalam acara peresmian Kantor RBC: Ganti Brahmana (Katepul), Sehat Brahmana (Katepul Siki), dan Sinar Brahmana (Rumah Kabanjahe). Acara berlangsung dari Pkl. 10.00 Wib hingga Pkl. 17.00 Wib.

3 Anggota Geng Motor Diringkus


gemotIMANUEL SITEPU. DELITUA. Petugas kepolisian berhasil meringkus 3 dari 10 anggota geng motor diduga sebagai  pelaku kerusuhan dan penganiayaan terhadap 3 warga yang menjadi korban di depan restoran KFC Jl. A.H. Nasution [Senin 25/2].  Informasi diperoleh Sora Sirulo menyebutkan, ketiga tersangka yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas di Polsek Delitua adalah S alias Nono (17) warga Jl. Karya Bakti (Kecamatan Medan Johor), BW alias Bayu (16) warga Jl. Karya Bakti dan AMRT alias Mai (17),warga yang sama.
Peristiwa itu terjadi pada malam hari di depan restoran KFC Jl. AH Nasution [Jumat 22/2].Sebelum kejadian, ketiga korban yakni Rizky Wijaya Putra, Ishak Putra M. Silalahi, dan Dedy Michael Silalahi menerima telepon dari seseorang bernama Nando dan Arif agar datang ke KFC Jl. A.H. Nasution. Setibanya di TKP, ketiga korban langsung dipukuli dan dikeroyok oleh 10 pria anggota geng motor yang tidak seluruhnya dikenal korban. Saat pengeroyokan, korban Rizky Wijaya Tarigan mengenali salah seorang pelaku bernama Rizal.
Akibat kejadian, korban mengalami sejumlah luka serta cedera di bagian pinggang dan dada sebelah kiri akibat luka tusukan. 2 korban lainnya mengalami cedera di tangan akibat dipukul dengan plang besi. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Delitua. Mereka melaporkan 5 orang laki-laki sebagai pelaku yang mereka kenal. Selebihnya belum diketahui identitasnya.
Menurut Kapolsek Delitua Kompol Bakhtiar Marpaung didampingi Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring, ketiga tersangka berhasil diringkus dari tempat persembunyiannya. Mereka berasal dari kelompok geng motor Skandal Kota Medan (SKM).
“Ketiga tersangka diringkus dari tempat terpisah setelah dilakukan pengembangan dan penyelidikan oleh petugas. Para tersangka lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Marpaung
Berdasarkan keterangan tersangka, anggota geng kereta itu saat ini berjumlah sekira 25 orang. Mereka sering mangkal di sekitar kawasan Titikuning hingga kawasan lainnya di sekitar pinggiran Kota Medan.

Polisi Gagalkan Perampokan PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance


Brankas Berisi Uang Ratusan Juta Berhasil diselamatkan 
Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. DELITUA. Petugas Polsek Delitua berhasil menggagalkan aksi 5 pria bersenjata api yang merampok brandkas berisi uang tunai dan harta benda senilai ratusan juta rupiah milik PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance di perumahan Titi Kuning Mas Jl. Tritura Kelurahan Titikuning (Kecamatan Medan Johor) [Senin 25/2].
Informasi diperoleh Sora Sirulo menyebutkan, dalam melakukan kejahatannya, kawanan rampok diduga 5 orang mengendarai mobil Kijang Inova warna hitam. Mereka terlebih dahulu melumpuhkan seorang sekuriti dan, lalu, mengikat tangan serta menutup mulutnya dengan lakban sehingga tak berkutik (sekitar Pkl. 03:00 Wib). Informasi lainnya diperoleh di sekitar ‘Tempat Kejadian Perkara’ (TKP), selain berhasil menggagalkan aksi perampokan tersebut, petugas juga mengamankan brankas berisi uang tunai Rp 123 juta lebih, 48 buah BPKB, buku tabungan, blok giro, kwitansi, 3 STNK mobil dan lainnya.
Awalnya sekelompok pria diperkirakan 5 orang mengendarai mobil Kijang Inova warna hitam berhenti di depan Kantor PT SMS Finance di Jl. Tritura sekira Pkl. 03:00 Wib. Marhen Sitepu (60), sekuriti komplek perumahan Titi Kuning Mas, merasa curiga dan menghampiri mobil tersebut. Tiba-tiba, 2 orang pria bersenjata api menodongkan senjatanya ke arah korban dan melumpuhkannya. Setelah tidak berdaya, Marhen dibawa masuk ke dalam Kantor PT SMS Finance setelah 3 orang pria lainnya berhasil membobol kantor perusahaan pembiayaan tersebut.
Dalam kondisi tidak berdaya, korban dianiaya para pelaku yang sebagian besar bertubuh kurus tinggi dan berambut pendek. Setelah berhasil menggondol 1 buah brankas, para pelaku memasukkan hasil rampokkannya ke dalam mobil untuk dibawa pergi. Marhen Sitepu ditinggalkan begitu saja di dalam kantor dengan kondisi masih terikat.
Baru beberapa meter bergegas dari sekitar TKP, beberapa petugas Polsek Delitua yang sedang berpatroli merasa curiga melihat mobil Kijang hitam yang keluar dari PT SMS. Mereka berusaha mendekatinya. Sebelum berhasil mendekati, sebuah mobil pick up yang melintas tiba-tiba menabrak bagian belakang mobil Kijang tersebut sehingga brankas hasil rampokan yang berada di dalam mobil Kijang terjatuh.
Beberapa pria keluar dari mobil berusaha mengamankan brankas yang terjatuh. Lagi-lagi, sebuah mobil jenis Toyota nyaris kembali menabrak brankas tersebut dan diduga menyenggol salah seorang pelaku. Melihat hal itu, petugas yang sedang mendekati berusaha memburu mobil Kijang hitam. Diduga mengetahui dirinya dibuntuti polisi, kelima pria bersenjata itu melarikan diri dan meninggalkan brankas hasil rampokannya di tengah jalan. Sebagian petugas memburu mobil dan sebagian lainnya mengamankan brankas untuk dibawa ke Mapolsek. Sedangkan kelima perampok berhasil lolos di kegelapan malam.
Kapolsek Delitua Kompol Bahtiar Marpaung didampingi Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas telah mengamankan barang bukti senilai ratusan juta rupiah. Sementara itu, 2 orang saksi telah diperiksa untuk diminta keterangannya. Diantaranya adalah sekuriti yang disekap serta seorang tenaga cleaning service yang merangkap penjaga malam. Dia biasanya tidur di kantor tersebut. Tapi, malam itu dia tidak masuk kerja.

Uis Gara di Yale University (USA)


uis garaLORETA KAROSEKALI. BOSTON. Busana bercorak Karo tampil pertama kalinya di acara peragaan busana batik yang ditampilkan beberapa peragawati Indonesia di 11th Annual Spring Cultural Festival yang diadakan oleh ‘Southeast Asian Language and Literature Faculty’ (Yale University – USA) [Sabtu 23/2]. Busana uis gara yang ditampilkan oleh peragawati beru Tarigan ini membawa suasana baru di acara tahunan ini.
Siapakah dia peragawati beru Tarigan itu? Bagaimana tampilan uis gara pada acara itu? Baca selengkapnya di  media cetakTabloid SORA SIRULO edisi Maret-April 2013.

Yustinus Ginting, Putra Daerah Prihatin Kerusakan Lingkungan Tempat Kelahiranya


Yustinus Ginting
Yustinus Ginting
Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Yustinus Ginting (42) warga Pedurenan Depok, Jawa Barat, putra daerah kelahiran Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru) ini sangat prihatin mendengar kerusakan lingkungan kampung halamanya akibat maraknya penambangan Galian C.
“Walau saya berada di Pulau jawa, saya selalu memperhatikan perkembangan kemajuan tempat kelahiran saya. Sayangnya, begitu aku melihatnya di internet, bukan kemajuan yang aku baca. Malah sebaliknya, kerusakan lingkungan desa yang sudah lama saya tinggalkan. Sudah rusak akibat Galian C ilegal. Saya begitu prihatin mendengar kerusakan lingkungan, akibat dijadikan sentra penambangan Galian C,” ujar Yustinus Ginting kepada Sora Sirulo melalui telepon selulernya [Kamis 25/2].
Dijelaskannya, akibat maraknya penebangan liar yang terjadi selama ini, ekosistem alam di Kecamatan Biru-biru berubah total. Pasalnya, sungai yang dulunya mengalir jernih, kini sudah kotor akibat tercemar limbah. Akibat pengerukan yang dilakukan pada perut bumi, suatu saat, juga  akan mendatangkan bencana alam.
“Di satu sisi, Galian C memang meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menggeliatnya transaksi ekonomi warga. Tapi, di sisi lain, dampak negatif bakal dirasakan warga sebagai akibat kegiatan penambangan Galian C tersebut. Bila perusakan lingkungan terus berlanjut, banjir bandang dan tanah longsor mengintai wilayah kecamatan Biru-biru. Artinya, suatu saat nanti warga mengalami penderitaan luar biasa seperti daerah Bahorok, Langkat,” paparnya.
Lanjut dikatakan, memang sekarang belum terpikir oleh masyarakat atas dampak Galian C tersebut,  apalagi masyarakat masih menikmati segepok rupiah yang diberikan pengusaha. Namun, bila suatu saat bencana itu tiba, penyesalan tak ada guna. Di situ nanti baru terjadi masyarakat  saling menyalahken. Sementara, semua masyarakat akan membawa akibatnya
“Marilah kita renungkan dalam-dalam. Lestarikanlah lingkungan desa kita dan satukan adat budaya yang diwarisi nenenk moyang kita. Kalau kita tidak peduli, siapa lagi?” Kata Ginting penuh harap.

Terlibat Sejumlah Kasus Kejahatan, Residivis Tertangkap Miliki Narkotika



Kedua tersangka ketika diamankan di Mapolsek Tanjungmerawa
Kedua tersangka ketika diamankan di Mapolsek Tanjungmerawa
IMANUEL SITEPU. TANJUNGMERAWA. Unit Reskrim Polsek Tanjungmerawa di bawah pimpinan Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH kembali berhasil meringkus 2 tersangka Narkoba jenis daun ganja dan sabu serta terlibat dalam berbagai kasus tindak pidana [Sabtu 23/2]. Dari tangan tersangka Fredianto (28), warga Dusun IV Desa Bangunsari, polisi mendapatkan 1 Amp daun ganja yang disimpan dalam bungkus rokok Dunhil. Pelaku ditangkap di depan rumahnya sekira Pkl 18.30 wib. Sementara, dari tangan Romi Lesmana,(38) warga Jl. Pahlawan Gg Lurah Kelurahan Pekan Lingkungan 1 Tanjungmerawa, salah satu dari dua tersangka yang merupakan mantan residivis karena terlibat berbagai kejahatan, ditangkap Unit Reskrim Polsek Tanjungmerrawa sekira Pkl. 22.30 wib di jalan Besar Medan-Tanjungmerawa KM 12,5, ketika pelaku sedang melintas.
Informasi diperoleh Sora Sirulo [Minggu 24/2] menyebutkan, Polisi melakukan razia malam itu. Mereka berhasil menangkap Romi Lesmana dan Fredianto. Berawal dari  laporan pengaduan Edi Yanto(44) warga Lingkungan 2 Sungai Rengas (Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan) karena Istrinya Yusliana (39) kehilangan tas  yang diletakkan dalam Mobil Kijang BK 555 PH ketika mereka sedang istirahat di sebuah SPBU. Tas itu berisi uang tunai Rp 10.800.000, 1 BPKB mobil, buku tabungan,serta 2 buah HP masing-masing merek Nokia dan Nexian.
Beranjak dari laporan Korban, Polsek Tanjungmerawa langsung melakukan razia kepada setiap mobil yang dicurigai. Saat itu, petugas pun berhasil menghentikan mobil milik Romi yang diduga sebagai pelaku pencurian. Begitu dicegat dan diinterogasi, dari tangan Romi petugas malah menemukan 1 paket sabu yang disimpan dalam plastik klip. Romi sempat melakukan perlawanan ketika hendak digelandang. Dia berusaha membuang sabu yang disimpan dalam kantong celananya. Untuk mengelabui petugas, sabu tersebut kemudian diinjak pelaku. Namun, usaha Romi mengelabui polisi sia-sia. Begitu digelandang ke Mako dan diinterogasi, Romi mengakui kalau barang haram seberat 1,1 gr tersebut baru dibeli seharga 1,1 jt dari seseorang di kawasan Mandala Medan.
Sementara, menurut Laporan Edi Yanto ke Polsek Tanjungmerawa, dia mengaku kehilangan uang dan harta benda yang dimasukkan dalam tas milik istrinya, ketika korban bersama istrinya sedang istirahat di SPBU KM 12,5 Desa Bangun Sari Tanjungmerawa. Saat melakukan perjalanan dari Medan menuju Asahan, istri korban baru mengetahui tas miliknya telah disikat maling saat mereka  bangun tidur sekira Pkl. 05.20 wib. Mereka melihat pintu mobilnya sudah terbuka. Saat itu juga, Edi Yanto langsung membuat laporan ke Mapolsek Tanjungmerawa. 
Mendapat laporan pasutri yang merupakan warga Asahan ini, anggota Reskrim Polsek Tanjungmerawa, di bawah komando Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu SH MH melakukan penyelidikan ke TKP sesudah Romi Lesmana diamanakan. Dari hasil rekaman di CCTV  pos pengisian bahan bakar tersebut, terlihat pada saat sebelum kejadian, yang mendekati Mobil korban adalan mobil yang dikendarai Romi.
Namun, begitu Romi Lesmana kembali diinterogasi, dia tidak mengakui kalau dia yang merampas tas milik korban. Romi malah mengatakan saat itu dia hanya minta tolong mengantarkan daun ganja ke tersangka Fredianto.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Telly Alvin Sik melalui Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu SH MH ketika dikonfirmasi oleh Sora Sirulo membenarkan penangkapan kedua tersangka narkotika tersebut.
“Memang keduanya tidak mengakui ada melakukan pencurian di SPBU. Tetapi itu adalah haknya. Dari bukti permulaan yang terkekam dalam CCTV, patut diduga dialah tersangkanya. Hal tersebut turut dikuatkan oleh keterangan tersangka Fredianto. Fredianto juga membenarkan kalau dia ada mengantar Romi Lesmana ke rumah orangtuanya di pekan Tanjungmerawa. Sebelum diantar, Romi Lesmana lah yang mendekati mobil korban di SPBU,” ujar Sitepu.
Masih kata Sitepu, Romi Lesmana adalah seorang residivis yang baru keluar setelah menjalani hukuman selama 2 tahun karena melakukan pencurian toko swalayan Bangunan Hosana di Tanjungmerawa. Di samping itu, sebelum tertangkap memiliki narkotika, Romi Lesmana melakukan penganiayaan terhadap anak buah bapaknya yang berjualan durian di pekan Tanjungmerawa bernama Hadiyatno (44) warga Desa Dagang Kerawan. Korban mengalami luka memar di dagu,alis sebelah kiri karena dipukul oleh tersangka Romi Lesmana. Korban juga sudah buat Laporan di Polsek Tanjungmerawa [Sabtu 9/2 Pkl. 03.00 Wib].
“Kedua tersangka akan kita jerat dengan kasus kepemilikan narkotika dan pencurian. Sementara, pada berkas terpisah, Romi Lesmana juga kita jerat dengan kasus penganiayaan,” beber Sitepu

Ramses Sembiring Lagi di Puncak Tangga Lagu Karo


Natanael MilalaNATANAEL MILALA. KABANJAHE. Pencipta lagu Karo yang produktf Ramses Sembiring kembali berada di puncak tangga lagu Karo minggu ini dengan lagu Paksana Bangger. Di posisi ke dua masih ciptaan Ramses, Sungkun Aku, yang dibaawakan oleh penyanyi lincah Aci br Sembiring. Di posisi ke tiga juga masih ciptaan Ramses yang dibawakan oleh penyanyi senior Usman Ginting dengan Lagu Bunga Erduri.
Ramses Sembiring
Ramses Sembiring
Adapun Susunan Tangga Lagu Karo Minggu 24 Pebruari 2014, sbb:
1.   Paksa Bangger                            Ramses Sembiring
2.   Sungkun Aku                               Aci Br Sembiring
3.   Bunga Erduri                               Usman Ginitng
4.   Deherndu Saja                             Rimta Mariani Ginting
5.   Putus Hubungen                          Rimta Mariani
6.   Uga Bandu E                               Monika br Ginting
7.   Ula Sinik                                       Erwina H br Bangun
8.   Aku Man Bandu                            Aci/Rimta
9.   Slow Min Kam ( SMK)                    Egy Suranta
10. Cedakendu                                    Usman Ginting
Di bawah ini kami sertakan satu lagu ciptaan Ramses Sembiring yang dia nyanyikan sendiri.

Puisi Karo: ERKUNE-KUNE WARI MINGGU (6) Oleh: H.M. Sitepu


Erkune-kune me sendah ukur mulih ku kuta
Nurihi ukur si sangana melalakal perbebenna
Kerna tendi berita si peseh guru Surabaya
Kerna ate jadi si enggo meteguh tambatna
Suruti ningen enggo gara pusuh ibahanna
Niterusken ningen megegeh guru si arah ia
Endam perbeben perukuren kalak Pemena
Si langa erkesehen kinitekenna man Dibata
Lanai tempa terturihi adi aku ertangkel si sada

Reh nina pengulu kuta si lit ka pemetehna Pemetehna kerna si ilakoken kalak si noria “Sidarmilah guru Mbelin man penggurunta i Paropo, i Pusuk Buhit, melala enda inganna apai pe enda megegeh, ipindo penampatna ola minter surut adi kerna si bagena rupana ugapa pe penagangina meluah nge dungna Bagem nina pengulu bagi si nangkih darehna La gejabna isap “Kansas” e pe cepcep la gara Aturna ngeranai piah isap pe lupa naganisa

Ersada arih ndahi Guru Sibaso si ndauh kal kutana
Kerna uga serana ndahisa ituriken pe la gunana
Si nggo nambah tangkelen e me kerna pedahna
Kerna arih Tendi, Pusuh, Kula ras Ukur la ersada
Pertendin Karo mergana beru Ginting me upahna
Tapi labo br Ginting si enggo meteguh iketna
Reh nina pusuh ber Ginting si mberu ndai maka
Perpadanen pagi singgah me ku beru si debanna
Enda me erbahansa Kula ras Ukur ndat suina
Emaka nina perlu erpangirken pangir sintua
Pangir si megegeh pedauh kerina la bagi nisura
Gelah nangtang kerina liah-liah ras mara kleisa

bulung-bulung simalem-malem simelias gelarIpesikap guru kerina pulungen si sepulu sada
Lumut Pitu Silam, kacilulu nipe, la banci lupa
Besi-besi sangka sempilet, sibalik sumpahna
Bulung sibalik angin, bulung sarang tersada
Bulung peldang rikut bulung peldang raja
Bulung abang-abang, bulung lulang menjera
Padang lalis, kerina ipersada dem sada raga
Tambah si sepulu sada emekap manuk megara
Kerina enggo sikap rikut tabas mang-mang gelarna
Dung erpangir seh ku ngambekken sanga-sanga
Guru ertabas sekali nari janah enturna, nina:

“Aloken min begu si malang sai, aloken nini raja
Raja Kaloppung ras suruh-suruhenndu kerina
Si Maba, Si Ari, Si Tonu, bagepe kam o Si Dara
Aloken pangir persilihi si liah Karo mergana
Akuken si la mehuli man Karo mergana enda
Bandu deraham Patamas, Manok Megara
Dagangen mbentar, nakan pelen-pelen cina
Datang-datangen, upahndu megegeh kerina
Ngaloken cilaka man kula ras ukur Karo mergana
Sumpak singari-ngari ku ia karinana”

Endame sendah Kune-kune Wari Minggunta,
Janah erlajar menda kita kerna kalak si noria
Uga pagi tak-tak cibal ulihna sitatapen kita
Selamat wari Minggu dua pulu empat bulan dua
Mejuah-juah kita kerina, pedauh mara kleisa

(Bogor, 24 Februari 2013)

Panwascam Kecamatan Biru-biru Lantik Petugas Panwaslu Lapangan


panwasluIMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Biru-biru melantik sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 17  Petugas Pengawas Lapangan (PPL) yang tersebar di 17 desa se Kecamatan Biru-biru bertempat di Kantor Panwaslucam Desa Sidodadi (Kecamatan Biru-biru) [Jumat 22/2]. Ketua Panwascam Kecamatan Biru-biru Adil Sitepu SE didampingi anggotanya Imanuel Sitepu dan Yahya Tarigan Amd kepada Sora Sirulo menyebutkan, Bimbingan Teknis yang diselenggarakan penting agar PPL mengetahui tugas dan fungsinya dalam memantau Pelaksanaan Pilkada 2013 ini.
“ Kami harap, seluruh PPL bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jika ada kendala di lapangan, segera melapor ke Panwas Kecamatan atau Panwas Kabupaten,” pungkas Adil Sitepu.
Dijelaskan Sitepu, Bintek merupakan salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan untuk membangun dan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas Panwaslu Kecamatan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengawas Pemilu.
“Dengan pesta demokrasi yang digelar dalam Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2013 yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 hendaknya berjalan lancar dan sukses sebagaimana yang menjadi tugas dan wewenang Panwaslu,” ujarnya.
Dijelaskan Sitepu, beberapa pedoman bagi para anggota Panwaslu lapangan, di antaranya mengawasi semua Tahapan Penyelenggaraan Pemilu, menerima laporan Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan Pemilu, menyelesaikan sengketa yang timbul dalam Penyelenggaran Pemilu dan meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang.
Hal senada juga dibenarkan anggota Panwaslucam Imanuel Sitepu. Menurutnya, anggota Panwaslu lapangan perlu optimal dalam pelaksanaan tugasnya dengan menjaga kesiapan mental di lapangan karena, pada saat ini, telah memasuki tahapan kampanye dengan berbagai metode sejak pencabutan nomor.
“Tapi perlu diingat, Panwaslu bukan sebagai eksekutor. Dalam bertugas, Panwaslu lapangan agar bertindak cerdas dan bijaksana. Artinya, dalam bekerja, PPL harus siap 24 jam penuh demi terlaksananya Pemilu yang tertib,bersih dan terarah,” ujarnya.

Rabu, 26 Desember 2012

Tabrakan dengan Truk, Sadar H. Doha Tewas di Bandarbaru


IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Kecelakaan lalu lintas menjelang Tahun Baru  antara Honda Supra BK 6170 ACR yang dikendarai Sadar Hada Doha (54) warga Kelurahan Percut (Medan) dengan truk Cold Diesel BK 9957 SR yang dikemudikan oleh Jon Barnes Sinulingga (25) warga Desa Kacaribu (Kec. Kabanjahe) mengambil korban. Pengendara sepeda motor, Sadar Hada Doha, tewas di tempat [Minggu 24/12 sekitar Pkl. 14.30 Wib] di Jl. Jamin Ginting Km 51-52 Desa Bandarbaru (Kec. Sibolangit).
Informasi yang berhasil diperoleh oleh Sora Sirulo di Pos Lalulintas Polsek Pancurbatu , [Selasa 25/12 siang] menyebutkan, saat itu, Sadar datang mengendarai sepeda motornya dari arah Karo Gugung menuju Karo Jahe. Sedangkan truk datang dari arah berlawanan. Setibanya di TKP, dimana kondisi jalan menikung dengan leter "S", Sadar yang memacu sepeda motornya dan merasa asyik mengambil tikungan, tak sadar kalau dirinya terlalu ke kanan jalan sehingga sepeda motornya menabrak truk yang datang dari arah Karo Jahe. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kening kanan dan mata. Dari kupingnya keluar darah segar akibat benturan keras di bagian dinding depan truk tersebut yang membuat korban terpental ke aspal jalan.

Warga yang mengetahui kejadian sempat melarikan korban ke salah satu klinik di Bandarbaru. Malang bagi korban, dia menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju Klinik.

Usai kejadian, sopir truk yang diduga takut akan amukan massa yang telah ramai mengerumuni, langsung menyerahkan diri ke Pos Pam Desa Doulu (Kec. Berastagi), tepatnya di lokasi bakaran jagung Penatapan. Akhirnya, truk berserta supir diserahkan ke Lalulintas Polsek Pancurbatu. Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu SH melalui Kanit Lantas AKO E. Tampubolon SH ketika dikonfirmasi saat itu di Pos membenarkan adanya kecelakaan itu.

"Kita sudah mengamankan kedua barang bukti dan supir truk, sedangkan korban Sadar  dibawa ke RS Adam Malik, Medan. Kasusnya saat ini masih kita tangani," ujar Tampubolon.

Foto: Sepeda motor korban ketika diamankan di Mapolsek Pancurbatu.

Perayaan Natal SMP dan SMA RK Deli Murni Berlangsung Hikmad dan Meriah



Diwarnai Pembagian Rapor dan Penampilan Siswa
Floretta Br Ginting dan Sahfitri Novianti Raih Juara Umum Tingkat SMP dan SMA





IMANUEL SITEPU. SIBOLANGIT. 
Dihadiri sekitar 1500-an jemaat yang terdiri dari siswa-siswi SMP dan SMA, orang tua/wali, guru, pengurus yayasan, unsur Muspika Sibolangit dan undangan lainnya, perayaan Natal SMP dan SMA RK Deli Murni, Desa Bandar Baru (Kec. Sibolangit) berlangsung hikmad dan meriah [Sabtu 22/12].
Adapun thema Natal ini adalah : "Allah telah mengasihi kita" (1 Yoh 4 : 19).Dalam khotbahnya, Fastor Marcelinus Damanik OFM.Conv. mengatakan,dengan semangat Natal tahun ini, marilah kita bersama-sama mewujudkankasih itu kepada sesama manusia. "Allah mengasihi manusia melalui kelahiran Yesus Kristus yang lahir ke dunia. KelahiranNya membuat kita kembali merenungkan bahwa Tuhan telah memberikan hadiah yang paling berharga. Untuk itu kita hendaknya harus saling mengasihi," ujarnya.Kepala SMP RK Deli Murni, Ternalem Perangin-angin SPd yang senada dengan Kepala SMA drs. D. Simbolon dalam kata sambutannya berharap agar para siswa lebih semangat lagi untuk belajar dan bekerja keras dalam meraih masa depan yang cerah. Pendidikan mengajak para guru dan siswa memiliki karakter yang positif. Era globalisasi saat ini mengajak kita menghadapi persaingan. Kalau kita tidak mempersiapkan diri dari awal, pasti kita akan tertinggal dan digilas oleh perkembangan jaman.
"Sudah tidak jamannya lagi melakukan tawuran, bermalas-malasan hingga memakai narkoba. Gunakanlah waktumu mengukir prestasi untuk membangun bangsa dan negara tercinta ini," ujar Perangin-angin.

Sementara itu, Camat Sibolangit Tuah Malem Tarigan dalam kata sambutannya mengajak para siswa dan guru bersama-sama menjagakekondusifan di wilayah Kecamatan Sibolangit seperti halnya menghindari tawuran. Peran serta orangtua dan guru sangat diharapkan dalam mendidik dan membimbing para siswa sekalian.

"Sambutlah Natal dengan hati yang bersih dan semoga di tahun yang baru lebih baik dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Perayaan Natal dimeriahkan dengan penampilan dari para siswa-siswi seperti tari-tarian berbagai daerah, nyanyian solo dan vokal grupserta seni bela diri dari Persatuan Pencak Silat (PPS) Betako Merpati Putih Kolat Deli Murni Bandar Baru dengan pelatih Hermanto Gurusinga SPd yang memperoleh Juara Umum II dua tahun berturut untuk tingkat pelajar se-Cabang Medan.

Acara diakhiri dengan pembagian rapor dan pengumuman siswa-siswi berprestasi.  Untuk siswa yang meraih juara umum, Yayasan Perguruan RK Deli Murni memberikan SPP 100% gratis selama 1 semester. Sementara untuk para Juara 1 di kelas SMP dan SMA, yayasan memberikanpembayaran SPP 50%.

Nama-nama siswa yang berprestasi antara lain: JuaraUmum SMA, Sahfitri Novianti dengan nilai rata-rata 90,38; Juara Umum SMP, Eilen Floretta Br Ginting dengan nilai rata-rata 90,63; Juara 1 paralel untuk SMP masing-masing Maya Alemina Br Ketaren, Ezekiel Temanta Limbeng dan Artamian Br Rumapea; Juara 1 paralel untuk SMA yaitu : Elsa Natasia dan Christian Dapid.

Foto: Didampingi orangtua, perwakilan para siswa-siswi SMP dan SMA yang berprestasi berfoto bersama dengan pengurus yayasan Pastor Marcelinus Damanik OFM.Conv, Kasek drs. D. Simbolon, Kasek SMP Ternalem Perangin-angin SPd, ketua panitia Natal Marlon Manihuruk SPd dan guru saat Perayaan Natal SMP dan SMA RK Deli Murni Bandar Baru [Sabtu 22/12].

Perayaan Natal Keluarga Besar SMP Negeri 1 Namorambe Berlangsung Hikmad



SMPN I Namorambe Raih Juara I Paduan Suara Gerejawi Se-Deliserdang





IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE.
 Sekitar 350an orang terdiri dari para siswa, guru-guru, orangtua dan undangan lainnya menghadiri perayaan Natal keluarga besar SMP Negeri 1 Namorambe di gedung GKPS Pasar III Namorambe (Kec. Namorambe) [Jumat 21/12].  Acara dimeriahkan penampilan paduan suara, trio, duet serta solo dari para guru dan siswa-siswi SMPN 1 Namorambe.
Dalam kata sambutannya, Kepala SMPN 1 Namorambe drs. Bonser Aritonang menyambut gembira prestasi yang diperoleh siswa-siswi SMPN 1 Namorambe dalam mengikuti perlombaan-perlombaan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten maupun propinsi, sehingga memperoleh Juara II Lomba Cipta Lagu tingkat provsu, Juara I Lomba Paduan Suara Anak-anak tingkat SMP Pesparawi pada Natal Oikumene se-Kabupaten Deliserdang 2012 dan Juara 1 Vokal Grup pada Natal Oikumene Kecamatan Namorambe.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada anak-anak sekalian dan juga pelatihnya Rosmalem Br Tarigan SPd yang mengajarkan seni dan budaya. Semoga di tahun yang baru nanti kalian dapat lebih disiplin dan mengukir prestasi lebih baik dari sebelumnya. Marilah ini kita serahkan hanya di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus," ujarnya.



Dijelaskan Aritonang, sesuai dengan visi dan misi SMPN 1 Namorambe, yaitu mewujudkan sekolah yang berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik berdasarkan Pancasila dan motto 4 B, Berpikir, Berbicara, Berbuat, Bertanggungjawab yang dijadikan Mars SMPN 1 Namorambe, hendaknya mari kita jadikan Namorambe ini menjadi Nyaman, Aktif, Menawan, Optimis, Religius, Akuntabel, Menyenangkan, Berkarakter dan Eksis.

Sebelumnya, dalam khotbahnya yang diambil dari Yesaya 60 : 1, Pdt Vivia Pertua Br Purba STh mengatakan, dengan terang dan semangat Natal, diharapkan keluarga besar SMP Negeri 1 Namorambe menjadi pembawa terang yang senantiasa bersinar di tengah-tengah perkembangan zaman seperti IPTEK/era globalisasi saat ini dan yang akan datang.

"Bangkitlah menjadi terang yang memantulkan cahaya dan sinar di tengah-tengah kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.

Senin, 19 November 2012

Kolom Ita Apulina Tarigan: KUNO TAPI GAYA





Pengantar untuk ceramah di Akademi Berbagi
(Medan) [Rabu 13/11 Malam]


Di tengah dunia yang semakin mengglobal, kerap kita mendengar teriakan untuk kembali ke akar budaya, tidak terikut dan tergilas budaya modern. Menurut mereka, salah satu tameng yang pas adalah mempelajari dan mensosialisasikan kembali kebudayaan sendiri. Kelihatanya memang logis dan bisa dilakukan. Tetapi, kenyataannya tidak seindah jargon yang dihembuskan.



Pertama dulu yang perlu disetting ulang adalah cara berpikir. Budaya lokal manakah yang dimaksud dengan ‘kebudayaan sendiri’? Ketika kita berbicara soal budaya sendiri, sudah banyak persepsi yang tercampur di situ, sehingga yang sering muncul ke permukaan adalah budaya yang sudah terkontaminasi pandangan-pandangan ala kita. Bukan bagaimana adanya budaya itu.
Di sinilah selalu terjadi benturan, baik yang keras maupun yang tidak frontal. Umumnya yang terjadi adalah mayoritas mengalahkan minoritas dengan alasan kepantasan. Belum lagi jika dibandingkan dengan keengganan banyak dari kita yang tidak mau lagi bersusah-susah dengan ribetnya budaya. Ini adalah cara pandang sebagian dari kita yang menganggap budaya sudah kuno dan ketinggalan jaman. Tidak bisa mengikuti modernisasi.









Kali ini, saya mengajak kita melihat perjalanan sebuah kelompok musik tradisi Karo yang total dalam mempelajari tradisi dan penampilannya. Namanya Sanggar Seni Sirulo. Sanggar ini khusus menggeluti kesenian tradisional Karo. Mulai dari musik, tari, pakaian hingga skenario. Walau berkecimpung dengan hal-hal tradisi, para anggota sanggar ini adalah anak-anak muda yang tidak malu berpenampilan kuno.














Musik yang dipilih sudah jelas tradisi yang dimainkan langsung dengan alat-alat musik tradisi. Tarian juga menggali tarian tradisi, kostum diusahakan setradisional mungkin dan skenario pertunjukan selalu hasil riset berdasarkan fakta lapangan dan catatan-catatan terdahulu. Sehingga, kesan yang ditimbulkan sanggar ini sangat tua sekali, jauh dari bayangan umum tentang Karo selama ini.





 












Para anak muda yang bergabung di dalamnya berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang anak band, yang tentu saja sangat pop dan jauh dari tradisi. Ada yang sama sekali belum pernah mengenal kesenian tradisi. Tapi, keinginan untuk belajar dan ketertarikan membuat mereka bisa melebur dalam budaya tradisi.



Tantangan untuk membuat para kawula muda tertarik adalah bagaimana kita menunjukkan tradisi itu tidak sulit dan bisa dikerjakan oleh siapa saja. Selama ini, salah satu keengganan terbesar untuk belajar tradisi adalah kesan yang namanya tradisi itu rumit dan ruwet, hanya pantas dilakoni mereka yang sudah berumur. Ternyata, jika bisa ditunjukkan bagaimana tradisi adalah bagian dari kehidupan kita dan tidak serumit yang mereka bayangkan, ditambah lagi dengan kesan bahwa mentradisi bukan berarti kuno dan tidak gaul, kelihatannya makin banyak anak muda yang tertarik untuk belajar. Saat ini sudah mulai bermunculan kelompok-kelompok sejenis yang konsen kepada kesenian tradisi.


Bagaimana Sanggar Seni Sirulo merealisasikan visi dan missinya demi kelangsungan tradisi Karo, khususnya seni pertunjukan, adalah topik kita malam ini.






Jumat, 05 Oktober 2012

TONGGING YANG TERBENGKALAI



Oleh: Nancy Meinintha Brahmana


Melewati jalan yang meliuk turun setelah memasuki Simpang Merek (Kec. Merek, Kab. Karo),  saya terpana melihat pemandangan alam yang disuguhkan oleh bebukitan Tongging dan panorama Danau Toba.  Bebukitan semakin gundul bagaikan orang tua yang sudah lanjut usia.  Beberapa ruas tampak sisa-sisa lahan yang terbakar.  Tanah di bebukitan itu tampak berbeda sekali dengan tanah yang ada di daerah lain di Kabupaten Karo pada umumnya.
Sejenak kami beberapa orang yang berada di mobil Kijang sempat memperbincangkan adanya ledakan dahsyat pada jaman dahulu yang terjadi di pegunungan Toba sehingga terjadi kawah luas yang menjadi Danau Toba sekarang. Sayangnya, tak ada seorangpun ahli sejarah di atas mobil itu sehingga diskusi mengenai ledakan gunung tidak berlangsung lama. Akhirnya, pembicaraan lanjut ke soal politik yang sedang hangat sekarang ini. Percakapan itu lebih tahan lama.
Memasuki Desa Tongging (Kec. Merek), jalanan menjadi sangat jelek dan rusak. Kering dan berdebu.  Beberapa lahan ditanami bawang atau tomat. Beberapa pokok ‘mangga Haranggaol’ tumbuh liar di sepanjang  jalan.  Burung-burung camar putih berulang mengepakkan sayapnya di atas danau dan sesekali bergayut manja di tepian karamba ikan nila. Sambil menunggu ikan ditangkap dan disuguhkan,  pikiran saya melayang….


Alangkah sayangnya asset berharga dan sangat mahal ini dibiarkan saja oleh pemerintah. Bukannya memerlukan biaya mahal untuk menjadikan Tongging itu indah. Tongging sudah mempunyai keindahannya tersendiri, hanya tinggal polesan sederhana seperti memoles wajah perempuan yang cantik namun polos, tidak susah. Saya membayangkan  di bebukitan batu itu tertancap indah baling-baling angin berwarna-warni,  kuning, merah, biru, hijau, hitam, putih, oranye,  semua warna diberikan untuk baling-baling angin tadi, menambah keindahan dan kesejukan Tongging, sedikit mencontoh dari negeri Paman Sam.  Di sepanjang jalan yang meliuk itu, sedikit naik ke atas, alangkah indahnya apabila ditanami bougenvile warna-warni pula. Untuk di danau, saya menyebutnya pada ‘Hari Tourist’  yakni Sabtu dan Minggu, dibuatlah  event  ‘Hari Pasar Danau Tongging’. Dalam hal ini, saya mencontoh sedikit suasana Sungai Musi atau Sungai Kapuas, meski tidak semeriah itu, hanya pasar ikan, membeli dan memanggangnya di tengah danau, di atas sampan.  
Membaca tentang  Tanah Arab yang dulunya tandus namun kini bisa dirancang indah tanpa harus kekurangan air. Di sini segalanya ada, namun malas berpikir dan malas susah. Tidak mau menguras tenaga dan pikiran namun kantung terisi. Itulah yang dikejar dan diusahakan setiap hari. Bagaimana obyek pariwisata kita bisa mengundang wisatawan kalau begini? Saya membayangkan kalau air dinaikkan melalui pipa-pipa ke atas bukit-bukit itu lalu dibuat seperti air pancur yang berwarna-warni, tidak perlu terlalu sering, mungkin hanya menuju malam hingga Pkl. 10.00 malam, menambah keindahan dan kesuburan tanah serta menarik bagi setiap mata yang melihat.
Bukit-bukit di seputaran Danau Toba tidaklah terlalu tinggi dan semua dapat dicapai dengan mudah.  Puncak bukit juga merupakan dataran yang cukup landai. Tempat seperti itu dapat menjadi landasan terbang layang mengitari Danau Toba. Bisa juga terbang layang dari pantai lalu ditarik oleh speedboat. Ah, segalanya bisa dilakukan kalau kita mempunyai kemauan.  Tidak mungkin pemerintah tidak mempunyai anggaran untuk  memajukan pariwisata.
Saya menghela nafas. Mimpi, kata saya membatin. Saya merasa Tongging seperti anak tiri, anak terbuang, melupakan bahwa si anak tadi adalah anak pintar, tangguh dan gagah. Namun,  saya membesarkan hati, selama masih ada kehidupan berarti masih ada harapan, bahwa perubahan yang baik pasti terjadi, begitu juga dengan Tongging, bagian dari Bumi Turang. 
Kiranya melalui tulisan ini mengingatkan dan menyadarkan kita sebagai warga Karo untuk tidak melupakan Tongging.  Bersama memajukan daerahnya, bukan hanya dengan villa-villa, namun menggalakkan alam agar semakin indah dan nyaman sehingga nama Bumi Turang, Taneh Karo Simalem semakin harum terdengar.

Kamis, 04 Oktober 2012

Harga Sayur Mayur Karo Tetap Muram


LINA ERLITNA. BERASTAGI. Para petani Karo mengeluhkan harga hasil panen sayur mayur yang belakangan ini tak kunjung memuaskan. “Silalap ergana la balik modal pé,” kata seorang petani yang terpaksa memborongkan (tanpa timbangan) hasil panen daun prei dari ladangnya di Pasar Berastagi sore tadi [Kamis 4/10] karena takut tak laku.
Ketidakseimbangan harga jual hasil panen dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk merawat tanamannya adalah masalah utama. Sebagaimana dituturkan oleh beberapa petani yang menjualkan hasil pertanian sayurnya di Pasar Berastagi kepada Sora Sirulo, serangan hama yang meningkat akhir-akhir ini mengakibatkan meningkatnya pula biaya perawatan tanaman, terutama untuk membeli obat-obatan pembasmi hama. Di pihak lain, harga jual hasil panen sayur tak pernah naik.
Berikut adalah beberapa harga sayuran yang sempat dicatat oleh Sora Sirulo di Pasar Tradisional Berastagi sore tadi: Daun Prei Rp. 2.000/ Kg, Daun Sop Rp. 1.500/ Kg, Tomat Rp. 3.000/ Kg, Wortel Rp. 3.000/ Kg, Kol Bulat Rp. 1.500/Kg dan Cabe Merah Rp. 8.000. Harga ini didasarkan pada transaksi antara verkoper dengan petani penjual di Pasar Berastagi. Harga tomat dan wortel memang agak melegakan karena ada sedikit peningkatan dari hari-hari sebelumnya. Namun, secara umum, harga hasil panen sayur-sayuran di Kabupaten Karo dirasakan oleh petani terlalu murah.
“Untuk mengembalikan modal bertani saja susah, apalagi untuk menghidupi keluarga,” kata seorang ibu petani dari Desa Merdeka (Kec. Merdeka).
Suasana muram di hati para petani sepertinya dirasakan oleh langit yang menyiramkan hujannya yang lebat sehingga bumi di Pasar Berastagi menjadi basah dan becek.